Pages

under construction 1

under construction

under construction 2

under construction

under construction 3

under construction

under construction 4

under construction

under construction 5

under construction

Jumat, 13 Maret 2015

...dan aku iri

Malam itu, bukan malam yang romantis... hanya malam biasa di tepi jalan tempat warung tenda sederhana yang kau tawarkan padaku. Banyak kata yang sebagian hanya melayang-layang di kepalaku dan hilang, pergi berlalu bagai kendaraan lalu lalang di jalan raya membentang panjang di hadapan kita, mungkin aku telah lupa banyak kata yang terucap malam itu. 
Ada secuil pemahaman yang baru kutahu darimu bahwa aku tidaklah seindah yang kau harapkan... aku telah berusaha sampai tulang sungsum untuk menjadi pantas namun aku tak mampu melawan DNA tubuhku untuk menjadi sedikit menyerupai hayalanmu, sekelebat perempuan tak dikenal di jalan itu bahkan kau katakan sangat indah.... dan aku iri.
Kau bilang dalam mimpi pun keindahan itu bukan milikku.... dan aku iri.
Aku telah berbohong padamu sayang,
Aku berbohong bahwa aku baik-baik saja
Aku berbohong dengan tawaku
Aku berbohong bersikap tegar
Aku berbohong dengan senyumku
Aku berbohong keceriaanku
Aku berbohong berkata hatiku tawar
Yang paling menyakitkan dari semua kebohongan itu adalah kau mempercayainya

...dan aku iri



Rabu, 02 Juli 2014

月亮代表我的心

The Moon Represent My Heart




The video above is Teresa Teng’s rendition of the song 月亮代表我的心 (yuèliang dàibiǎo wǒ de xīn) or "The Moon Represent My Heart" or in Bahasa Indonesia translated as "Bulan Melambangkan Hatiku", which is considered to be the classic mandarin love song. The song has been a favorite at performances and karaoke parlors for years. 
I myself do not speak Mandarin but I love the melody of this song. From the search I've done I find that this song is very romantic and pure cheese.
Teresa Teng or 邓丽君; Pinyin: Dèng Lìjūn was a Taiwanese pop singer. She was known for her Chinese folk songs and ballads. Teng recorded songs not only in her native Mandarin but also in Cantonese, Hokkien, Japanese, English and Bahasa Indonesia. Along her career, Teng received many awards and performed in many countries. However, she never performed in China. She passed away at 1995 due to severe asthma. She was 42.

Below is the fragment of this song that I consider romantic in a lovely way with Mandarin, Pinyin and English

你問我愛你有多深
(nǐ wèn wǒ ài nǐ yǒu duō shēn)
You ask me how deep I love you 
我愛你有幾分
(wǒ ài nǐ yǒu jǐ fēn)
How much my love is
我的情不移
(wǒ de qíng bùyí)
My feeling does not waver 
我的愛不變
(wǒ de ài bùbiàn)
My love does not change
月亮代表我的心
(yuèliang dàibiǎo wǒ de xīn) 
The Moon represents my heart

Do you also love this song? Please write your comments below in the comment box or poke me in the chat box and let's sing together



Glossary:

Sabtu, 28 Juni 2014

Lovely Lone

 - being edited -

Jumat, 03 Januari 2014

Rectoverso


Membaca judul diatas mungkin mengingatkan tentang sebuah novel atau film omnibus yang berjudul sama. Ya, tulisan ini pun terinspirasi dari karya tersebut.
Pengertian rectoverso sendiri merupakan dua buah image atau gambar yang saling terpisah namun pada dasarnya keduanya merupakan satu kesatuan yang menyeluruh.
Novel 'Rectoverso' pertama kali saya baca beberapa tahun yang lalu ketika tak sengaja saya temukan di sudut rak tempat peminjaman buku favorit. Waktu itu saya tidak punya gambaran apa-apa tentang isi buku itu. Saya hanya menyukai karya-karya Dewi Lestari (Dee) sejak pertama kali membacanya jadi waktu itu saya pikir saya akan menemukan kelezatan yang sama seperti saat membaca 'Supernova'.
Dalam buku rectoverso kita akan disuguhi penggalan kisah hidup tokoh-tokohnya dalam beberapa segmen cerita yang menarik. Semua menceritakan tentang kisah cinta yang tak terucapkan. Buku ini diluncurkan bersama dengan album lagu sehingga terkesan manis dengan lirik lagu yang ditulis sebagai soundtrack dalam setiap segmennya.
Februari 2013 film Omnibus Rectoverso diluncurkan. Dalam film ini segmen yang paling puitis ada pada 'Hanya Isyarat' yang menceritakan tentang lima orang backpakers yang berkenalan di internet dan akhirnya bertemu. Berikut ini adalah penggalan kalimat puitis yang menjadi favorit banyak orang termasuk saya.

......aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.

Segmen lain yang menarik dalam Omnibus Rectoverso adalah 'Malaikat Juga Tahu'. Bercerita tentang Hans seorang pria autis anak pemilik kos yang jatuh cinta dengan Leia salah seorang penghuni kos milik ibunya. Mereka sering bersama hingga adik Hans datang dan mengubah segalanya. Dibandingkan ceritanya saya jauh lebih tertarik dengan lagu soundtrack segmen ini. Berikut lirik lagu yang manis dan lagi-lagi tentang cinta yang tak terucapkan.


Semoga alam semesta senantiasa mendukung.

Minggu, 29 Desember 2013

Some fruits on my garden

In this post I would like to share some pictures of fruits that grow on my garden.
They are not expensive or special fruits, most of them just ordinary fruits that we can find it easily in this region. 
If you have any other fruit plants you wanna exchange please do not mind to write your comments down below in the comment box. I love gardening and have something new for my garden is seems so cool.
I will update the picture if I think there's something new or something interesting come up in my small garden. Beside fruits, I also have vegetables and flowers but I will write about them in the other posts.

Lets get started from the first fruits, taraaa.... I have pumpkin, yes pumpkin but it's still small and green. This pumpkin can grow bigger and its color tuns into yellow. 


Do you know what kind of fruits it is? Guess what... Yah that's right this is sapodilla fruit or zapota or "sawo" in Indonesian language. According to Wikipedia this fruits has name manilkara zapota which is long lived evergreen tree native to southern Mexico, Central America and Carribean. The fruit has an exceptionally sweet and malty flavour. It drying out the mouth if eaten raw.



Well, the next fruit in my garden is citrus. It tasted almost same with orange. I think this is the orange with green color. Yeaa... orange but green LOL
This is how it looks like

nothing special, similar to other citrus trees

the green orange

Actually I have many more fruits in my garden such as pineapple, coconut, banana, jackfruit, guava, rose apple, mango, morinda or noni, phaleria and many more. Unfortunately I don't have their picture because now is not wet season when fruits trees usually fruiting. I will write in other posts about my small garden.
Hopefully you enjoy this blog and please write your comments down below. 
Thank you for reading...

~ Rin ~

Jumat, 27 Desember 2013

deleted


deleted

Wewangian

Kemenyan, bukhur, agarbatti, dupa, sambrani...


Saya punya pengalaman dimarahi ketika menyalakan dupa dan dipaksa mematikan incense stick yang sedang saya bakar. Ternyata menurut beliau dengan saya membakar wewangian itu saya memanggil setan, makhluk gaib atau sejenisnya serta dianggap musrik... Ah, padahal salah satu rekan yang melarang saya itu baru saja dari salon menikmati spa dengan aroma theraphy bedanya yang di spa itu memakai burning oil. Saya juga pernah menikmati layanan spa di lokasi yang sama dengan aromatheraphy dari incense stick. Nah lo... apa terus di salon kita mau ketemu setan? Kok nggak protes waktu kapster di salon ini menyalakan aroma theraphy.
Saya terkadang juga memakai burning oil untuk mengharumkan kamar, wanginya lebih lembut dan benar-benar tanpa asap tapi perlu lebih waspada karena bisa saja cairan di dalam burner sudah habis sementara api masih menyala, jelas resiko kebakaran atau minimal merusak burner.
Memang segala bakar-bakaran ini berbahaya karena melibatkan penggunaan api, katanya sih lebih aman memakai burner elektronik yang dicolokin listrik tapi saya sendiri belum pernah memakainya.
well, kembali ke cerita mengenai wewangian yang dibakar ini. Jaman dulu saya sering melihat orang membakar kemenyan di rumah maupun di makam. Budhe saya juga membakar kemenyan saat ziarah ke makam leluhur. Menyapa dan memberi makan kepada entitas selain manusia menurut saya itu baik, nggak beda jauh dengan kita memberi makan pada orang lain atau memberi makan pada burung liar. Ah, tapi saya tidak ingin membahas wewangian ini dari sisi supranatural.
Salah seorang rekan saya yang pernah 6 tahun tinggal di Arab Saudi bercerita bahwa disana orang-orang biasa menggunakan buhur/bokhur untuk mewangikan pakaian atau ruangan. Proses pembakarannya nggak beda jauh dengan pembakaran kemenyan. Bahkan di toko-toko perlengkapan ibadah muslim saya sering menemukan mereka juga menjual serbuk berwarna hitam yang katanya untuk wangi-wangian dengan cara dibakar. Dengar-dengar sih bahan dasarnya getah kemenyan yang sudah dicampur getah pohon lain, lah... kalau begini apa bedanya dengan bakar kemenyan asli Indonesia.
Masyarakat mungkin sudah tercuci otaknya dengan banyaknya tayangan TV terutama sinetron yang menggambarkan dukun jahat yang membakar kemenyan. Pemirsa digiring untuk memiliki persepsi buruk tentang kemenyan.
Mewangikan ruangan membawa suasana tertentu, memang tidak semua jenis wewangian nyaman. Hal ini kembali kepada selera individu. Misalnya saya yang nyaman dengan aroma melati dari agarbatti merk Dar**an namun merasa mual dengan merk Sub**ga padahal sama-sama aroma melati. Walaupun memang paling enak aroma melati dari bunga asli, kalau yang ini tak ada mampu menandingi.
Kembali kepada mengapa wangi kemenyan sering menimbulkan kontroversi hal ini seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa orang-orang digiring untuk memiliki persepsi negatif padahal kemenyan hanya salah satu varian wewangian yang ada. Hingga sekarang banyak sekali penjual minyak wangi, kayu gaharu, bukhur dan wangi-wangian sejenis dupa di sekitar Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Saya pernah mendapat oleh-oleh minyak Jafaron dari seorang teman yang pulang umroh. Nah, herannya kenapa kok nggak ada yang bilang wangi-wangian itu media untuk musrik ya... apa karena berasal dari arab? Padahal saya pernah baca kalau sebagian besar konsumen petani kemenyan di Sumatera adalah orang timur tengah. Nah... jangan-jangan wewangian yang dijual di arab sana bahan bakunya itu juga. Waduh...